Selasa, 31 Januari 2012

MATA YANG BERCAHAYA



nur= cahaya. aini = mata
Nuraini nama’a, yang memiliki arti tak lain yang 'Bercahaya kedua bola matanya'.

Minggu pagi ini seperti biasa aku keluar dari zona aman kasur tercinta menuju mangga dua bukan untuk berbelanja tetapi bertemu dengan anak-anak di TK kampung muka. Aku bukan seorang guru TK tetapi hanya seorang volunteer pada yayasan ini. Setelah dua minggu tidak bertemu mereka sangat rindu rasanya karena aku merasa mereka adalah suplement semangat, entahlah mungkin karena semangat mereka yang membuat aku merasa begitu.

Pukul 09.40 aku sampai di kampung tersebut, ternyata anak-anak sudah berkumpul di dalam masjid yang letaknya tepat di depan TK. Karena TK masih terkunci jadi mereka berkumpul di sana. Satu persatu mereka menghampiri aku dan mencium tangan ini, meskipun aku bukan guru tetapi mereka selalu memperlakukan aku seperti guru mereka. Mengharukan.

Sembari menunggu volunteer yang lain aku dan beberapa anak yang sudah berkumpul asik mengobrol. Mereka menceritakan hari minggu lalu yang tepatnya adalah tahun baru.

“kami bermain ke kota tua kak, ada ceramah dari ustad siapa gtu nama’a..pokoknya rame deh kak”, cerita mereka dengan penuh antusias.

“terus pas jam 12.00 banyak kembang api kak, bagus pokoknya”, tambah yang lain.

Senang sekali mendengar cerita mereka dan melihat wajah mereka yang sangat semangat. Mereka mungkin tidak seberuntung anak kota lain yang dapat menghabiskan tahun baru bersama keluarga untuk keluar kota atau bahkan keluar negeri, tetapi mereka sama sekali tidak kecewa dengan hal itu. Malah mereka tetap senang, mereka selalu bersyukur dan aku belajar banyak tentang kata ‘syukur’ dari mereka.

“assalamualaikum ka”, seorang anak datang menghampiri aku dan mencium tangan aku.

“waalaikumsalam nuraini”, ku balas salamnya dan mengelus kepalanya yang terbalut dengan kerudung orange yang sangat serasi dengan  busana muslimnya.

“kakak..bapaknya nuraini udah meniggal kak, masuk tv lho” celetuk Alan.

Aku tersentak mendengarnya, ku tatap nurain yang sudah duduk di hadapanku.

“inalillahi...kenapa?”, tanyaku perlahan, tak tega rasanya membuatnya harus kembali mengingat hal yang pasti membutnya bersedih.

“jadi pas lagi jualan di pinggir kali bapak kejang kak, terus ketiban batu, lama ngga ada yang nolong, jadi meniggal kak. Iya kak masuk tv lho”, nuraini menceritakan dengan sangat semangat, tidak ada beban, tidak terlihat sedih, sesuai dengan namanya matanya tetap bercahaya tak tertutup oleh air mata. Sangat polos.

“sabar y sayang…semoga bapak nuraini diterima disisiNya, yuk sama-sama kita baca surat Al-Fatihah, coba Alan pimpin”, hanya itu yang bisaku ucapkan sembari menatap kedua matanya mencoba mencari kesedihan yang mungkin ia sembunyikan, tapi tak ada. Apa mungkin hiduplah yang telah mengajarkannya untuk menerima semua yang terjadi, mungkin ini bukan kali pertama ia merasakan kehilangan sehingga lelah rasanya harus menambah dengan kesedihan.

Tak terbayang rasanya harus menjalani hidup seberat anak ini. Nuraini saja masih kelas 2SD belum kedua adiknya yang masih kecil-kecil. Ketika bapaknya masih hidup pun hidupnya tak semulus anak kota lain yang lebih beruntung, bagaimana dengan sekarang. Ya Allah berkahilah anak ini.

Sejak saat itu saya sangat simpati pada nuraini. Jujur sebelumnya saya tidak terlalu suka padanya. Dia seharusnya sudah kelas 4SD tetapi keterbatasannya dalam memahami pelajaran terutama menulis sangat kurang sehingga membuatnya harus tinggal kelas selama 2 kali. Pertama kali mengenalnya dia cukup pendiam dan mengasingkan diri berbeda dengan teman-temannya yang lain yang lebih kelewat aktif. Yang aku tidak suka ketika waktu belajar, nuraini adalah anak yang pertama kali menolak bila diminta untuk mengarang begitu pun mengambar yang notabennya di sukai oleh anak-anak. Ketika kita akan outbound dan menginap semalam di Bogor aku mendiktekan barang-barang yang harus di bawa, semua anak mencatat kecuali nuraini yang tiba-tiba menghampiriku dan berbisik ‘kak nanti tulisin yang buat aku y’. Jelas aku menolak dan memberinya kertas juga pulpen dan kembali mendiktekan secara pelan-pelan khusus untuknya, baru menulis beberapa point ia langsung mengeluh dan benar-benar tak mau menulis ‘capek kak’ itulah kata andalannya yang selalu ia ucapkan. Saya dan volunteer lain pun menyadari kelainan khusus yang ada pada nuraini, jadi memang butuh kesabaran khusus pula untuk  anak yang satu ini. Tetapi aku lebih memilih mengurus anak yang lain karena jujur aku tak tak sabaran orangnya.

Beda cerita setelah hari ini, ada cahaya lain yang telah kulihat dari dirinya. Bukan hanya cahaya di kedua bola matanya. Tetapi lebih dalam lagi yaitu cahaya di hatinya. Anak usia 9 tahun ini lebih dewasa menyikapi arti kematian. Mungkin sederhana saja baginya arti kematian dan kehilangan itu tapi bukankah memang seharusnya seperti itu. ‘sesungguhnya semua akan kembali pada-Nya’. Anak ini paham bahwa semua tak ada yang abadi dah ia terima itu.

Tepat jam 10.00 volunteer yang lain datang. Kak aji membuka gerbang TK dan anak-anak pun langsung menuju lantai 2. Ruangan yang biasa kami gunakan untuk belajar hari minggu. Setelah berdoa bersama kak aji mulai membagi dua kelompok antara anak-anak kelas 1 ke bawah dan anak-anak kelas 1 ke atas. Dibagi dua kelompok karena hari ini kami ingin meminta anak-anak yang kelas 1 ke atas (karena yang kelas 1 ke bawah menulis pun masih susah makanya kami pisah) untuk menuliskan resolusi mereka di tahun 2012 ini. Tanpa perintah aku langsung mengajukan diri mengajar anak-anak kelas 1 ke bawah karena aku tau nuraini pasti masuk dalam kelompok ini meskipun ia sudah kelas 2, ini lah kekhususan untuknya.

Hari ini izinkanlah aku membayar ke jahatanku selama ini nuraini. Kejahatan karena tak melihat cahaya hatimu . Kejahatan karena kurang sabar dalam mendidikmu.

‘ayo anak-anak hari ini pada mau belajar apa?’ begitulah aku memulai pembelajaran dihadapan 7 anak-anak lain.

Hatinya begitu bercahaya. Dan sejak saat itulah aku jatuh cinta padanya, pada cahaya yang telah ia pancarkan. Secerah matahari dengan sunset dan sunrisenya. Secerah langit dengan hiasan awan. Secerah pelangi dengan warnanya. Secerah itulah hatimu nuraini, yang bercahaya kedua bola matanya.


Minggu, 08 Januari 2012

Gombalan Seorang Demonstran

SEBUAH TANYA (1 April 1969)
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan batang leher kemejaku


Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah mandala wangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram

Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata kudengar detak jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam CINTA 


Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah,
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza,
Tetapi aku ingin menghabiskan waktu ku disisi mu sayang ku….
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mandala wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra
Tapi aku ingin mati disisi mu manisku

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
Tentang tujuan hidup yang tidak satu setan pun tahu
Mari sini sayangngku
Kalian yang pernah mesra 
Yang pernah baik dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas Atau awan yang menang

Kita tak pernah menanamkan apa-apa
Kita takkan pernah kehilangan apa-apa
  

MANDALAWANGI - PANGRANGO (Jakarta 19-7-1966)

Senja ini, ketika matahari turun kedalam jurang-jurangmu 
aku datang kembali
kedalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
dan aku terima kau dalam keberadaanmu
seperti kau terima daku

aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
hutanmu adalah misteri segala
cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

malam itu ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi 
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

"hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya "tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
"terimalah dan hadapilah

dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
aku terima ini semua
melampaui batas-batas hutanmu
melampaui batas-batas jurangmu

aku cinta padamu Pangrango
karena aku cinta pada keberanian hidup 

mencintaNya dengan mencintai ciptaanNya

SOE HOK GIE

“Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa

“Seorang filsuf Yunani pernah menulis …
nasib terbaik adalah tidak dilahirkan,
yang kedua dilahirkan tapi mati muda,
dan yang tersial adalah umur tua.
Rasa-rasanya memang begitu.
Bahagialah mereka yang mati muda.

“Kehidupan sekarang benar-benar membosankan saya.
Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun binatang dan tidak punya kerja lagi. 
Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan dan mandi di sungai kecil … 
orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di tempat tidur.”

“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”



"Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? 
Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa 
tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. 
Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, 
karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran."

"Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. 

Lumpur-lumpur yang kotor. 
Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah."

"Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah

Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau."

   "Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. 

Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan."

"Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi "manusia-manusia yang biasa". 
Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa,
sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.

"Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa,

jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis,
walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. 
Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. 
Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun".

"Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. 

Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa.
Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. 
Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah.
Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi".

"Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. 

Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? 
Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?".

"Bagiku perjuangan harus tetap ada.

Usaha penghapusan terhadap kedengkilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis".

"Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah".

"Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan.

Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita".

"Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia".

"To be a human is to be destroyed".

"Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin".

"Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.

 "I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist"

"Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. 

Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata".  

"Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. 
Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru.
Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. 
Semuanya terasa mesra tapi kosong. 
Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. 
Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. 
Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya"

"Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. 

Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun.
Dan melupakan perang dan kebencian.
Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik"

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami.
Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan.
Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan.
Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya.
Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat.
Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat.
Karena itulah kami naik gunung.
 
Manusia, adalah apa yang dipikirkannya.
Jika anda adalah seorang yang berani dan jujur, dan itu yang anda pikirkan, tidak ada sesuatu pun yang bisa mengubahnya.”

“Disana, di Istana sana, Sang Paduka Yang Mulia Presiden tengah bersenda gurau dengan isteri-isterinya. Dua ratus meter dari Istana, aku bertemu si miskin yang tengah makan kulit mangga.
Aku besertamu orang-orang malang…” - Soe Hok Gie, Zaman Peralihan 

sosok idealis dan humanis 

terima kasih untuk gerakan dan kenangan perjuanganmu sobat...

semoga menjadi inspirasi dan terwujudlah mimpi-mimpimu untuk tanah air Indonesia

"dari balik teriakan - jeritannya dalam demonsrasi dan tulisan  terdapat kesepian di lubuk hatinya tapi bukan soe hok gie bila tidak menomor satukan nilai-nilai humanis "

bocah-bocah ajaib , ya merekaa....

mereka selalu murah memberi tawanya...
mereka selalu murah mengeluarkan candanya...

hidup mungkin tidak semurah itu berpihak pada mereka..
tapi mereka tetap tersenyum bahkan tertawa..

hei bocah...
kekuatan apa yang ada pada diri kalian???
mengapa sekuat itu kalian melangkah??
mengapa seriang itu kalian tertawa??
mengapa seyakin itu kalian bermimpi??
karena kalian bocahkah??
yang hatinya masih seputih kapas
yang jernihnya air mata bagaikan cermin

mengutuk hidup memang bukan penyelesaian terhadap keadaan
tetapi..bangun dan terus melangkah..
berusaha mengejar cita untuk merubah keadaan itulah solusinya

kalian memang bocah..
belajar tugas kalian meski terkadang nasib perut pun menjadi tanggung jawab yang harus kalian pikul

maaf hanya bisa memberikan senyum dan ocehaan saja
maaf hanya bisa menatap penuh prihatin dan berlalu saja
maaf...

tapi aku percaya..
tangan kalianlah yang kelak akan memutar roda hidup ini
otak kalianlah yang  kelak akan menuntun kalian pada satu takdir yang telah kalian upayakan yang telah kalian impikan

cita-cita..harapan..doa...

- suplemen semangat penetralisir kejenuhan -

terima kasih ya Allah SWT, atas rencanaMu mempertemukanku pada mereka , anak-anak ajaib ini.
meski sedikit menyesal, mengapa baru mengenal mereka sekitar 2 bulan yang lalu ...tapi ya memang begitu yang terbaik bagi ku menurutMu..

Alhamdulillah.. :)




Rabu, 28 Desember 2011

Bersepeda sampe Berceloteh - Biasa tapi Beda :)


Hari ini aq hanya menghabiskan waktu 3,5 jam di kampus, tepatnya dari pukul 08.00 hingga 11.30, kuliah THT yang membosankan dan Obgyn yang sangat menyenangkan, entahlah..kalo yang mengajar dr.siti rasa’a ingin juga menjadi seperti beliau, menjadi spesialis obgyn karena bila beliau yang mengajar mata kuliah ini terasa sangat mudah dan menyenangkan. Selain itu beliau mengajar sangat sabar, seperti mengajar anak SD membaca, pelan-pelan dan selalu diulang-ulang sampai kita benar-benar paham jadi wajarlah kami paham kalo tidak keterlaluan sekali, hahahhahahha…makasih atas kesabaran dan senyumnya dok.

Beres kuliah aq langsung pulang ke kosan, biasanya mampir ke perpus dulu sih karena malas di kosan tapi entahlah hari ini malas rasanya dan ingin menghabiskan sisa hari ini di kosan sembari melahap abis Indonesia Mengajar yang tinggal beberapa halaman lgi (WAJIB BACA jika kalian merasa TERDIDIK!!!!). Tak lama habislah buku ini aq lahap, lanjut ku asik berkelana di dunia maya, iseng-iseng liat video-video di youtube sampe ashar rasa kantuk pun menyerang, ingin rasanya tidur tetapi tiba-tiba aq seperti ngidam ingin bersepeda ke monas. Bukan nora karena kangen monasnya tapi pengen rasanya bersepeda sampe bercucuran keringat alias mau sepedaan yang jauh dan entah mengapa aq memilih monas.

Setelah bbm beberapa teman akhirnya hanya 1 teman yang bersedia membagi waktunyaa sore ini denganku yaitu Nanda. Tetapi nanda lebih memilih bersepeda di Taman Solo saja alias daerah belakang kosan, ya sudah dari pada batal aq pun mengiakan keputusannya. Aq sampaikan padanya kalo aq ingin bersepeda yang jauh, “siapppp….” Ujarnya sembari membenarkan earphone siap bersepeda sore ini.

Pukul 16.40  – 18.10  WIB

Start di kosan – Taman Solo – Pramuka – Rawamangun – GOR Rawamangun – Rawamangun - Taman Solo - Kosan.

Melintasi perumahan – jalan raya – lampu merah – keliling GOR – jalan raya lagi – perumahan lagi.

Ternyata tak hanya tidur yang menyenagkaan, cape pun menyenangkan karena besepeda menyenangkan...hahahhaha…sudah lama rasanya tidak sekeringata ini.

Di perjalanan pulang dari GOR sepeda nanda ternyata bocor, maka kami pun mampir untuk menambal dan melepas lelah dengan segarnya es kelapa. Segarnyoooo es kelapa ini….senja ini kami menikmati jalan yang ramai oleh kendaraan dengan menyeruput es kelapa, mungkin biasa ya memang biasa tetapi terasa lebih nikmat dibanding saya memutuskan untuk menghabiskan sore ini dengan kasur dan selimut. Karena bila saya tidur maka segarnya es kelapa ini hanya akan terasa dalam imajinasi mimpi tak benar-benar dirasa oleh indera pengecap ini. 

Kami berencana mengisi perut ini dengan daging bulet alias baso, tetapi karena waktu magrib telah tiba kami memutuskan untuk kembali ke kosan untuk shalat magrrib terlebih dahulu. Setelah shalat aq, nanda dan niza (aq ajak makan baso juga) kembali bersepeda berburu baso. Tadinya maau makan baso di deket kosan alias di pak sipit ternyataa udah tutup, maka kami bersepeda lebih jauh alias makan baso di taman solo, taman solo again, hahahhaha…

Ternyata di sini niza bertemu dengan temannya, lebih tepatnya teman se-HMI. Nanda tidak ikut makan baso karena dia memang tidak suka baso,baru tau ada orang yang tidak suka baso,,ckckckc…
Pas mau bayar eh..di bayarinlah kita ma temennya niza ini, hihiihihh..untung bawa niza, ucapku dalam hati, yang sempet sok-sok nolak tapi tetep ngga ngeluarin duit jugaa, hahahhah...

“pak sekalian pak ma mereka juga” ucap teman niza, sembari menunjuk kami yang sudah berdiri juga di sepan kasir.

Aq cengo “eh..eh g usah “ berusaha menolak.

“gpp, sekalian 3 baso pak “ ucap teman’a niza kepada kasir.

Aq yang tadinya nolak malah meralat ucapannya “ ngga 3, 2 baso aja ko pak”

Aq ngakak dalam hati..meskipun dah di tahan-tahan meledak juga sih ketawanya. Ckckkckck… gw nih, g konsisten banget sih, tdi nolak eh ngeralat juga. Hahhahahha…. 

Beres temennya niza pulang, aq-nanda-niza masih ngakak aja di tukang baso.

“tau gitu gw pesen kelapa tadi” celetuk nanda sembari ngakak.

Hahahhahaha…..makasih temen’a niza .

Tetapi karena kami merasa orang mampu, maka ngga terima dong makan malam yang gratis (hahahhha…sok-sok gitu), maka kami melanjutkan kembali memanjakan perut ini di KFC. Lebih tepanya karena nanda belom makan dan sekalian ngabisin waktu dengan bercerita-cerita.

Dari bahas tentang zodiak – cerita cinta – masa lalu + harapan masa  depan.

Nanda hafal tentang sifat beberapa zodiak. Aq dan niza yang kebetulan memiliki zodiac yang sama yaitu GEMINI langsung di tebaknya sifat kami yang memang tak beda jauh.

Kata nanda Gemini tuh “ plin-plan, punya 2 sisi yang berbeda dan sangat bertolak belakang, egois, pintar, suka filsafat hidup”

Aq dan niza jelas mengiakan semua itu, kalo sifat yang PINTAR, hahahha…semoga memang begitu. Berbeda dengan sifat-sifat lainnya yang nanda sebutkan yaitu egois, plin-plan,suka filsafat hidup..jelas kami sadar kami memang begitu, hahahahha…

Kalo nanda zodiaknya VIRGO, katanya “Virgo itu suka sesuatu yang berguna, contohnya masalah kado sukanya yang guna, suka mengerjakan sesuatu yang terstruktur dan suka ma logika”. Emang nanda banget sih..hahhaha

Setelah menebak-nebak sifat dengan zodiac kami membahas tentang cinta, senangnya kami semua JOMBLO. Dengan begitu bahasannya tidak pacar tapi lebih ke arah JODOH.

Menjadi jomblo adalah pilihan bagi kami, bukan suatu nasib Karena kalo mau punya pacarpun bukan suatu hal yang susah juga,hahhaha..bukan sombong tapi fakta.

Kami saling berbagi kata-kata atau cerita bijak tentang jodoh yang pernah kami dengar. Bercerita tentang cerita cinta beberapa teman yang kami banggakan , bangga karena dikemas dengan sangat bijak dan dewasa bukan diumbar dengar bentuk pacaran. 

Kami tidak munafik, kami pun pernah berpacaran. Tetapi beruntung kami pernah berpacaran minimal tidak penasaran banget dengan kata itu, hahhaha…

Kami percaya, tiap orang sudah punya jodoh masing-masing, jadi sekarang sih bentuk diri sebaik-baiknya karena bila kita ingin orang hebat cocoknya ma orang hebat juga dong, bukan begitu????

Malam ini, di lantai 2 KFC taman solo. Di bawah langit gelap yang sepi tak berbintang. Di temani hiruk pikuk kebisingan jalan yang masih penuh dengan kendaraan-kendaraan. Di sekeliling pengunjung lain yang mungkin tak beda jauh membahas mengenai cinta.

Kami percaya cinta itu akan datang pada waktunya. Ya.. orang hebat itu, dan saat nanti kami telah  menemukannya, mungkin akan mengingat percakapan singkat malam ini. Celotehan kami saat berusia 21 tahun. Saat beranjak menuju pemikiran yang lebih matang tentang arti hidup.

Masih mahasiswa..masih banyak PR untuk membentuk diri menjadi sosok ibu untuk anak-anak hebat yang kelak akan kami lahirkan ke muka bumi ini. Semoga kelak sang imam hebat yang akan menemani kami, para wanita yang sedang beproses menjadi wanita hebat, mendidik anak bangsa yang hebat pula. Silahkan mengartikan kata hebat ini dengan sifat-sifat  positif yang anda inginkan.. 

Celetukan niza tentang CINTA  yang entah bersumber dari mana.

“Pesan cinta untuk wanita :
Jangan kejar, jangan dicari
Rawat dan jaga dirimu
Sibukkan dirimu dengan hal-hal baik
Karena   pada saat waktunya tiba
Cinta akan datang menemuimu
Dan..
Bukan cantik rupamu, kepandaianmu, hartamu, atau tahtamu
Tapi yakinlah cinta yang kau nanti itu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz”

“Dikala cinta menyapa, dunia begitu indah berwarna
Bunga-bunga di hati bersemi
Harum mewangi bagai kasturi
Walau cinta tak terwujud namun ia menguasai hidup
Tatkala hati tersentuh cinta
Walau cinta tak berwarna nyata
Ia bernuansa biru di kalbu
Wahai sang pencipta cinta
Indahnya cinta adalah karuniaMu
Ajari kami hamba-hambamu rasa bersyukur atas segala karuniaMu
Ajari kami bahasa cintaMu yang tulus
Ajari kami memahami cintaMu yang damai dan penuh kasih
Agar bersemi disepanjang musim tanpa pupus
Ya Allah SWT teguhkanlah hati kami untuk mencintaiMu
Dan mencintai rasulMu di atas segala cinta
Ya Allah SWT karuniakanlah kepada kami cinta hanya mengharapkan ridhaMu
UntukMu cinta yang hadir di hati tanpa sebab, tanpa syarat, tanpa batas oleh ruang, waktu dan jarak yang membentang
Andai benar cinta itu karena Allah SWT
Biarkanlah Allah SWT sang pemberi cinta yang mengatu segalanya
Hingga keindahan itu akan datang pada waktunya
Jika kita mencintai seseorang
Belajarlah untuk lebih mencintai sang pemberi cinta
Hal ini begitu mudah terbolak-balik
Maka serahkanlah rasa yang belum halal itu padaNya
Titipkanlah padaNya karena hanya Allah SWT sebaik-baiknya penjaga
Dikala hati resah memendam rindu
Hiasilah diri dengan takwa
Dan berbaik sangkalah…
Semoga Allah SWT memberi jalan yang terbaik menurutNya”

Amiiinn….. 

Hari ini mungkin akan berjalan biasa saja bila saya memutuskan untuk tidur sore tadi kemudian bangun untuk shalat magrib, makan, ngenet lagi,shalat isya,  tidur lagi, trus besoknya bangun lagi untuk kuliah.

Terima kasih nanda, niza, sudah mau meluangkan waktunya berbagi cerita malam ini.  Percakapan malam ini mungkin hanya celoteran biasa, tetapi banyak membangun untuk kedepannya terutama tentang cinta, hahhaha..memang tidak akan pernah habis membahas tentang kata itu. Tak berwujud tetapi terus berkeliaran.
”Hiduplah untuk berbagi, berbagi waktu, berbagi tenaga, berbagi ilmu, berbagi cinta. Karena untuk hidup butuh cinta”
_fa_

 Malam ini penuh tawa...penuh hayalan..dan yang pasti penuh harapan.. :) 

niza (pojok kanan), nanda (pojok kiri- pake kaca mata)






Senin, 26 Desember 2011

Love you DAD


Hari  ini mungkin bukan “father’s  day” karena memang tidak ada di kalender juga..hahahha..n’ tak  perlu hari khusus untuk menyayangi dan menghormatinya bukan???sama seperti sosok ibu..karena setiap hari pun beliau selalu semangat memperjuangkan nasib kita untuk hari ini, esok dan masa depan.


Tetapi entahlah..hari ini aq sangat..sangat bangga memilikinya..sangat beruntung menjadi anaknya.. :)


Halnya mungkin terdengar sepele, tau apa??? hanya karena aq mendapat izin  meminjam mobil  untuk week end ini untuk plan maen ke garut bersama teman-temanku yang lain. Bukan aq sih yang bawa mobilnya karena memang belum bisa juga  membawanya..hahahahha

Ceritanya begini, aq dan beberapa teman berencana bermain ke garut ke rumah salah seorang  teman kami. Berhubung tidak ada mobil, aq meminta izin ma mamah pinjem mobil karena biasanya mamah gampang kalo masalah peizinan ..alias ya sok-sok aja gitu..tapi sekarang malah beda. Mamah malah minta aq izin ke bapak..gubraakkk..alamat batal ini c, alias g bakal dapet izin.

Sebenarnya bapak bukan tipe yang suka mengekang anaknya, bebas malah..tetapi itu dulu sekitar 7 bulan yang lalu, saat kakakku belum menikah. Kakakku menikah mei 2011, di usianya yang masih terbilang muda yaitu 22 tahun. Entah alasan apa yang membuat kakakku memilih menikah muda, karena sudah berpacaran cukup lama mungkin jadi ingin membawanya ke jenjang yang lebih serius sehingga meminta orang tuaku menikahkannya, selain itu orang tuaku sebenarnya memiliki  aturan agar anak-anaknya tidak berpacaran jadi dari pada kakakku melanggar terus jadi mending dihalalin aja deh,hahahha

Sejak saat itulah aq terbiasa mendapat jawaban TIDAK ketika meminta izin untuk pergi jauh. Contoh waktu aq meminta izin ke Karimunjawa bersama teman-teman kampus, tau apa jawaban beliau ?? “ngga usahlah, nanti kamu pacaran2 lagi. Bapak takut kamu nikah muda juga nanti”..gubrakkk…aq langsung ngakak mendengar alasannya “y ampun pak..fah tuh jomblo, jadi ya g bakal pacaranlah..lagian mending fah jomblo abadi deh dari pada dilarang-larang buat jalan-jalan”. Akhirnya meski hanya mendapat izin mamah aq tetep nekat pergi dengan berpegang pada “surga di bawah telapak kaki ibu” hihihihihih…

Bapak selalu menolak izinku dengan kata-kata yang sama “takut aq nikah muda juga” dan selalu aq jawab dengan tawa “halloo bapak..aq jomblo,plisss g percaya banget c” dan dengan rengekan “boleh yaa..plisss..g pacar2an kok, bawa orang rumah deh..siapa kek biar bapak g curiga” .Selalu seperti itu , nasib menjadi korban yang kakakknya menikah di usia muda dan dicurigai pacaran.CAPE..

Tetapi tidak untuk hari ini..tidak untuk izin yang sekarang..tidak untuk izin ke garut week end ini. OH GOD..makasih dan ngabulin doa q..

Jadi pas tadi pagi mamah tetep keukeuh minta aq izin ma bapak, aq langsung melayangkan sms ke beliau.
“pak pinejm mobil APV ya buat tanggal 30-1 januari, mau maen ke garut ma temen-temen kampus”

Sejam..dua jam..belom juga di bales. Aq sih udah pasrah aja dengan balasan penolakan, mana mamah juga  sama sekali ngga ngizinin lagi. Yo weslahhh..batal 99% ini mah..

Grr..grrrrr…bb geter lama..upss da telpon dari bapak.

Ok fine..kena omel ini.

Inspirasi panjang…ekspirasi perlahan…tekan tombol hijau ngangkat gagang telpon.

“halloo..ia pak, boleh pinjem ya” rengekku langsung sebelum di tolak mentah-mentah oleh beliau.
“y pake aja, tapi jgn yg APV yang itu, itu udah lama mau di benerin dulu, pake APV yang satunya lagi aja”
“…..” syok beberapa detik “lho ngga papa??emang ngga dipake??”
“g ko, apa sih yang ngga buat bu dokter”
“asiikkk..ok okkk…tenang pak, ngga ada pacar-pacaran kok..janji ngga akan nakal..ngga akan nikah muda, nikahnya nanti kalo udah dokter..” aq langsung nyeroscos saking senangnya..sayang saat itu pembicaraan ini hanya melalui telpon. Ingin rasanya loncat-loncat dihadapannya..memeluknya..mendaratkan ciuman di pipinya. Tiba-tiba aq bernostalgia..mengingat sewaktu kecil sering meminta gendong dipundaknya sepulangnya dari kantor. Bermain kuda-kudaan bersamanya. Masa kecil yang indah..

Mugkin terkesan sangat sepele bukan. Hanya dapet izin gitu..terus???

Bukan itu yang membuatku sesenang ini. Tapi KEPERCAYAAN, ya..aq tau bapak pasti sangat berat  memberi kepercayaan penuh pada anaknya karena sebelumnya telah kecolongan anaknya yang pertama. Waktu kakakku (waku belom menikah) itu di apelin sampe malem bapak yang diem aja dikamar menahan rasa cemburu dan resah ngga bisa tidur sampe co’a pulang.

Aq tau kenapa bapak selalu melarangku pergi jauh-jauh, aq tau kenapa bapak selalu curiga. Karena beliau sayang dengan q, sangat sayang..tapi aq juga butuh KEPERCAYAANMU yang dulu pak. 

Dan hari ini aq benar-benar mendapatkan kembali kepercayaan itu .
Terima kasih untuk KEPERCAYAAN yang kembali kau berikan pada q. Kado terindah yang sangat cantik bungkusnya dan sangat indah isinya. Begitulah pendidikan yang hari ini beliau ajarkan padaku.
“ Bila terlalu mengekang seseorang maka ia akan melanggarnya, tetapi bila kepercayaan yang kau berikan maka rasa tanggung jawablah yang akan timbul”

Begitu pula dengan q, dengan kepercayaan yang kau berikan akan ku genggam dengan tanggung jawab.

Ya Allah SWT berikanlah bapakku kesehatan selalu..di usia q yang masih 21 ini, masih butuh beberapa tahun lagi untuk menjadi dokter, untuk menikah, untuk memberikannya cucu..aq berharap beliau masih berada disisku saat moment-moment penting ini...aaammiinnnn….

Dan saat aq menikah nanti , aq akan berbisik padanya “fah dah penuhi janjikan” :)

cium hangat untuk bapakku yang paling spesial, bapak no-1 sedunia yang sampai detik ini masih membuatku tersenyum-senyum karena kado terindah yang kau berikan, makasih pak alii... cuupppp... :*
 
love u dad :)





Rabu, 21 Desember 2011

yuk gabung jadi volunteer...


Kenalkan….

Kumpulan Anak Sholeh DAO.

Jadi kumpulan ini berawal dari Yayasan Al-Mustadh’afiin yang di ketuai oleh Pak Salim dan berkerja sama dengan Kemensos dalam mewujudkan salah satu program kerjanya yaitu PKSA (Program Kesejahteraan Sosial Anak).

Kumpulan ini memiliki objek anak-anak, dari nama’a juga sudah ketebakkan. Anak-anaknya yaitu anak-anak yang tinggal di kampung DAO dan pemukiman sekitarnya yang berlokasi di belakang pasar pagi manga 2,  dipinggir rel stasiun kota.
Check it out dlu nih lingkungan tempat mereka tinggal :


Kumpulan ini biasa mengadakan kegiatan bersama pada hari minggu, dari pukul 10.00- 16.00 kami yaitu  Ajie (penanggung jawab dari kemensos), saya dan beberapa teman kampus (volunteer) dan anak-anak berkumpul bersama di salah satu kelas milik TK Yayasan Al-Mustadh’afiin. Kegiatan kami beraneka, mulai  dari belajar (matematik, bhs.inggris,bhs.indonesia,dll), bernyanyi,  bermain, apa saja sesuai kebutuhan dan mood anak-anak juga pastinya.


Kumpulan Anak Sholeh ini memiliki latar belakang perekonomianyang rendah. Ada yang orang tuanya  bantu nyuci, jaga toko, bantu angkat-angkat barang, tarik bajaj, pemulung, yang mengenaskan MM alias minta-minta. Bahkan anaknya terkadang diajaknya turun ke jalan, di ajak untuk MM, disuruh ikut angkut barang, atau menemani memulung dan meninggalkan kewajiban sang anak tersebut sebagai siswa untuk masuk sekolah. Terdengar miris bukan???…ya begitulah kenyataannya, salah satu sisi kehidupan rakyat ibu kota. 

Karena bekerja sama dengan kemensos, Alhamdulillah…tiap anak yang dibina ini mendapat buku tabungan dengan nominal Rp. 1.500.000,00/tahun. Jadi kemensos memiliki salah satu program kerja yaitu PKSA . 

“Program PKSA Kementerian Sosial RI adalah upaya yang terarah, terpadu & berkelanjutan yang dilakukan pemerintah & masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar anak meliputi subsidi kebutuhan dasar, aksesibilitas pelayanan sosial, penguatan orangtua/keluarga & lembaga kesejahteraan sosial anak.”


Awalnya hanya sedikit sekali orang tua yang mengizinkan anaknya boleh di data dan begabung dalam progam ini. Karena nominal Rp 1.500.000/ tahun dengan syarat anaknya tidak boleh turun ke jalan dirasa tidak sebanding. Beberapa orang tua merasa bila anak mereka MM atau kerja apapun dijalan anak mendapat duit lebih banyak dibanding Rp 1.500.000/ tahun yang kalo dihitung-hitung hanya Rp 125.000/ bulan. 

Tetapi berkat pendekatan dan penjelasan juga bantuan-bantuan yang terkadang datang dari beberapa LSM seperti Aksi Cepat Tanggap membuat beberapa orang tua akhirnya mengizinkan anaknya bergabung dengan kumpulan ini. Awalnya ada 45 anak yang mendapat buku tabungan, akhir bulan ini bertambah lagi menjadi 120 anak yang mendapat buku tabungan dan akhir tahun ini 45 anak yang sudah dari awal bergabung mendapat tambahan sebesar Rp 750.000/anak. 

Meskipun buku tabungan ini milik anak-anak, tetapi ajie tidak menyerahkan begitu saja alias buku tabungan dipegang olehnya. Karena tabungan ini murni untuk anak-anak maka penggunaannyapun murni hanya untuk kebutuhan anak tersebut. Bila anak tersebut membutuhkan sesuatu, seperti : sepatu baru, perlengkapan sekolah, dll maka ajie yang  mengambil uangnya dan menyerahkan pada anak tersebut. Cara ini cukup membantu dalam mendidik anak-anak tersebut, dimana terbentuk sistem “yang baik mudah ambil duit”, hahahhah..terlihat kejam mungkin, wong emang duit anak itu kok di persulih, tetapi terkadang butuh ancaman dalam mendidik. Hasilnya pun sudah cukup terasa setelah hampir setahun ini.
Selain untuk berbelanja kebutuhan anak-anak, mereka pun terkadang kami ajak outbound pastinya dengan potong duit tabungan mereka. Selain outbound juga pernah renang bersama plus orang tua mereka. Meskipun dalam keterbatasan  ekonomi mereka tetap anak-anak, mereka butuh hal yang menyenangan, mereka butuh bermain, mereka haus kasih sayang, mereka ingin perhatian, dan mereka butuh dukungan..dukungan siapapun..temasuk ANDA yang sedang membaca notes ini, yuk gabung..bersama menjadi volunteer untuk mereka…Kumpulan Anak Sholeh DAO.

Tak harus pandai ko, tak harus cerdas..yang paling penting adalah NIAT..niat untuk menolong sesama..dengan adanya niat tersebut maka akan timbullah keikhlasan, keikhlasan untuk meluangkan waktu dan menguras tenaga. Saatnya terjun langsung, mengenal mereka yang menjadi korban kejamnya ibu kota ini, mengenal mereka yang dulu kesehariannya hidup di jalan untuk kelangsungan hidup, mengenal mereka yang tak jauh hebat dengan anak-anak berseragam di sekolah gedung bertingkat nan-megah, mengapa????karena mereka masih punya semangat..semangat untuk meneriakkan mimpi mereka..memeluk cita-cita mereka..
Jamaahhh…ohh..jamaahh…alhamdulillah…mau tau kegiatan lainnya, check it out nih :


silahkan comment bila ada yg ingin bergabung n’ ada info yang ingin ditanyakan :)


Minggu, 27 November 2011

Happy New Year 1433 H

Happy New Year 1433 H..

Senangnya weekend ini mengabiskan waktu  dengan orang-orang yang sangat berharga untuk hidupku.

Sabtu, 26 November 2011 menghabiskan waktu at my HOME.
Malam sabtu  spent d'night buat scrapbook keluarga, kelar jam 3 a.m langsung babls tidur.
Sabtu pagi ngabisin waktu ma Najwa, renang dari jam setengah 10 sampe setengah 2..hahhaha..gosong deh. beres renang Najwa maen flying fox dlu, hebat..hebat..kecil-kecil punya nyali,he"..meskipun ga teriak karena tegang..hahahahha..
Sorenya maen ke rumah de'habib..hihiiihihi...c botak pengemar upin-ipin + spongebob..
Malemnya maen ke citos maen Timezone ma Najwa+Tya.
Rumah slalu menjadi tempat ternyaman..ternyenyak..terpewe di bumi ini..surga dunia deh, bukan karena ac, makanan, atau struktur bangunan'a..yang utama adalah isinya..ya kalian..mah, pak, ty, pong, bang,juaaaa..... 
LAUGH-LOVE-LIFE

 Minggu, 27 November 2011 menghabiskan waktu di DAO.

Hhyyyy...kalian bagai refill semangat di tiap weekend, you know it??? :)  
Hari ini kami mewarnai, Sebagai wujud memperingati tahun baru hijriah maka kami mewarnai dengan tema tahun baru + doa agar bisa menjadi lebih baik di tahun baru ini.
1433 H maksudnya :) 

Beres mewarnai istirahat dulu buat shalat dzuhur, jam 1 p.m kami mulai kumpul lagi..dan hari ini semua bernyanyi. Untungnya aq sudah memprint 3 lirik lagu : Ku Bahagia (Sherina), Sahabat Selamanya (Padi), dan Ingatlah Hari Ini (Project Pop). Senangnya semuanya bernyanyi..yeyeyeyyey..hari ini cukup berhasil menjadi guru,he"..abis biasanya ada aja beberapa anak yang kurang interest ma ajakanku. Contoh : aku minta buat puisi kadang ada yang g mau, aq minta nyanyi kadang ada yang g hafal liriknya..hahhaha..
g mudah memang jadi guru...hhhmmmm...
tapi...tadi SEMUA BERNYANYI...malah sampe 2 kali puteran, jadi ke3 lagu itu minta diulang..hihihiihhi..senangnya semua bernyanyi..dari duduk ampe berdiri dan joget-joget + foto-foto.
Beres nyanyi kami istirahat lagi, tapi di kelas..yaitu tidur sejenak, anak-anak cepet bosen jadi kita ssuruh tidur aja dulu. 
sekitar jam setengah 3 baru deh kami makan bersama di KFC kebetulan ada seorang ibu yang menyumbangkan sedikit hartanya mentraktir kami makan-makan dalam memperingati 1 muharram. Anak-anak senang sekali karena, ya mereka pasti jarang makan di tempat tersebut.

Menyebrangi rel kereta ap - menyebrangi jalan raya - naik escalator sampelah kami di KFC Mangga 2.
ulah anak-anak ini lucu sekali..ada yang bolak-balik cuci tangan, teriak-teriak , kejar-kejaran..ya tetap saja..mereka memang bocah..
setelah makan berat maka di tutup dengan es krim, nah pas gy makan es krim ada turis dari mekkah yang menyapa kami "hallooo..Assalamualaikum" suaranya gede banget..hahhaha
jelas anak-anak pada seneng dan tertawa mendengarnya. anak-anak langsung pada berhamburan menghampiri Mr itu. 
"baik sekali Mr ini" pikirku senang memperhatikan anak-anak yang menghampirinya.
padalah saat itu Mr juga sedang asik makan, tapi ia tidak marah dengan ulah anak-anak yang bolak-balik menghampirinya hanya untuk melihat bahkan ada yang cerewet slalu bertanya padanya.
"mr..mr..what's your name??"
"where're you from??"
"you so handsome"
"nice to meet you, see you"

ternyata nama Mr'a Muhammad , ia berasal dari Mekkah. badannya gede, rambutnya gondrong+keriting, suaranya gede n' baik hati.
karena sudah semakin sore n' tidak enak dengan kegaduhan yang mulai menjadi di KFC ini karena ulah anak-anak yang terus menggagu mr. muhammad maka kami pun segera pulang. sebelum keluar kfc aku sempat menyapa mr tersebut.
"by mr..thx you"
eh mr'a malah nanya "teacher??"
"yes" maka aku pun menghampirinya, dan salam padanya . mr'a malah nanya lagi "school??"
"no just community, child community"
"ooo...how i can support??"
"y sometime you can join with us"
"can i take picture??"
"of course" jawabku sembari nyengir kuda...he"..narsis bo..
karena tidak enak dengan pihak KFC maka kami pun berfoto di luar. hahhha..mr ini baik sekali, setelah itu ia meminta e-mail n' fb katanya c biar bisa tag foto, moga bukan basa-basi..di tunggu tagannnya mr... :)


foto bareng sebelum pulang ke DAO @ Mangga 2

hari ini berakhir sangat indah..semua senang..semua kenyang :)

terima kasih untuk nikmat hari ini y Allah SWT.

Semoga di tahun baru ini , hamba dan semua hambamu bisa menjadi pribadi yang baik dan lebih baik lgi ..ammiinnnn...












Kamis, 24 November 2011

Kenalkan : IPIN, seorang Anak Hebat


Hari ini pisah ma Ipin, anak usia 12 tahun yang pertama kali bertemu denganku di stasiun kota. Sebulan yang lalu tepatnya sabtu, 29 Oktober 2011. Sabtu pagi aku bersama fera berencana mengunjungi salah satu kumpulan anak-anak yg dikelola dibawah sebuah yayasan dan kemensos. Karena ini kunjungan pertama kami, maka aku meminta salah satu pembimbing mereka yang bernama aji untuk menuntut kami menuju lokasi, dan kami sangat tak menyangka ternyata yang menjemput kami tak hanya aji tetapi ada sekitar 10 anak yang juga menjemput, salah satunya Ipin, disinilah pertama kali aku mengenalnya.
Sepanjang jalan menuju tempat mereka belajar ternyata menempuh perjalanan lumayan jauh, mungkin karena ini kunjungan pertamaku jadi masih terasa jauh. Start dari bank BNI kemudian melewati gang-gang rumah penduduk yag tersusun padat dan menyusuri rel kereta api. Sepanjang jalan anak-anak semangat sekali memperkenalkan dirinya masing-masing dan menceritakan kegiatan mereka selama ini.
“kak kita pernah ke datangan Vicky shu lho”
“kak kita pernah makan k KFC”
“Kak kk mau jadi dokter y??aku juga ka”
“klo aku maunya jadi  TNI ka”
Dan banyak lagi celotehan yang  begitu semangat mereka sampaikan pada kami, sehingga terik matahari yang cukup membuat aku dah fera berkeringatpun tak jadi masalah untuk kami.
Hal yang paling mengagetkan ya anak itu, Ipin nama’a. Aku tersentak ketika dia bercerita bahwa ia berasal dari kota sebrang yaitu Bandung. Dengan menggunakan kereta, untuk ke-10 kalinya Ipin kabur dari rumahnya.  Sudah sekitar 7 bulan Ipin tinggal di DAO (pemukiman sebelah rel kereta api), tinggal sebatangkara mengandalkan tenaganya untuk bertahan di Ibukota ini. Tekadang Ipin berkerja sebagai pengantar galon dari rumah ke rumah dengan upan Rp 500/galon. Tidurpun tak jelas dimana, bila ada orang baik yang mau menampungnya selamatlah malam itu bisa  tidur di dalam rumah, jika tidak terpaksa Ipin tidur di kursi-kursi depan warung atau dimana saja. Mungkin itu hal biasa yang merupakan potret ibu kota, tapi entahlah..mengenal mereka dan mendengar penuturan langsung dari mereka membuatku sadar, betapa banyak nikmat yang takku syukuri  dan betapa banyak penderitaan di ibu kota ini.
Ipin terlihat lebih diam dibanding teman-temannya yang lain, Ipin hanya akan bercerita bila sebelumnya ditanya. Aku tak berani mengorek terlalu dalam mengenai alasannya kabur dari rumah, karena ini kunjungan pertamaku, aku ingin mengenal sifat mereka terlebih dahulu dan tak ingin membuat Ipin sedih dengan mengingat-ngingat masalah yang ada padanya.
Ternyata di sebuah TK mungil berlantai 2 ini anak-anak biasa menghabiskan hari minggu mereka bersama aji dan beberapa relawan lain. Karena aku dan fera baru tiba jam 2 siang jadi hari ini hanya sesi perkenalan dan bermain. Sepanjang sesi perkenalan ini aku memperhatikan tingkah Ipin yang terlihat masih menarik diri dari teman-temannya. Tidak begitu mau berbaur dan terlihat lebih banyak melamun. Setelah bertanya dengan aji yang telah mengenal Ipin lebih lama alasan Ipin kabur ternyata karena orang tuanya yang sering bertengkar di depan dirinya selain itu Ipinpun acap kali menjadi korban dalam pertengkaran itu bahkan ada luka di kakinya yang menurut pengakuan Ipin  merupakan bekas  tusukan pisau oleh ayahnya.
Ya Allah, anak usia 12 tahun yang seharusnya mendapat kasih sayang penuh dari keduaorangtuanya  tetapi malah harus mendapat perlakuan kasar seperti itu.
Pertemuan selanjutnya aku perhatikan perilaku Ipin semakin baik, sudah mulai berbaur dengan teman-temannya dan tidak banyak melamun lagi. Saat itulah aku mulai berani menanyakan lebih dalam mengenai keluarganya. Ipin berasal dari Wonosobo, karena sering berpindah-pindah tempat Ipin yang sekarang seharusnya sudah kelas 6 SD saat ini masih duduk dikelas 4SD. Orang tuanya berkerja sebagai tukang gorengan, Ipin akan pertama dari 5 bersaudara. Ku rasa masalah ekonomi yang membuat orang tuanya suka bertengkar, tapi entahlah..mengapa harus anak yang menjadi korban meskipun memang benar masalah ekonomi merupakan akar permasalahannya.
Minggu ini ada keluarga Ipin yang ingin menjemputnya pulang, sebelumnya kumpulan anak-anak ini pernah menjadi objek dalam reality show di salah satu station TV swasta. Kebetulaan saat ini Ipin juga tersorot dan di  wawancara, setelah acara ini masuk TV ada salah satu kerabat Ipin menghubungi station TV tersebut meminta informasi mengenai keberadaan Ipin, maka pihak station TV pun memberikan kontak aji padanya. Karena kebetulan kumpulan anak-anak ini berada di bawah kemensos, maka ajipun membicarakan masalah Ipin pada  bagian kementrian. Maka pihak kementrianpun mengusulkan untuk mempertemukan Ipin dengan keluarganya di kementrian dan di dampingi oleh TRC (Tim Reaksi Cepat). Setelah itu aji menanyakan langsung pda Ipin apakah ingin bertemu dengan saudaranya,  Ipin hanya terdiam dan meneteskan air mata, tampak ekspresi trauma yang tak bisa anak kecil ini sembunyikan. Setelah Ipin mulai tenang aku kembali bertanya tetapi Ipin hanya terdiam, tatapannya kosong, matanya masih merah menahan bendungan air mata, mungkin Ipin tak kuat membayangkan kembali pulang dan menjalani kembali hari-harinya yanag penuh tekanan.
Aji menghubungi kerabat Ipin dan mengizinkannya untuk berbicara langsung dengan Ipin. Setelah tersambung ajipun memberikan hp’a pada Ipin dan mengaktifkan loudspeaker.
“ini siapa?”
“pin ini pak M*****, Ipin dimana sekarang?pulang ya..paman jemput Ipin disitu”
Ipin mulia berkaca-kaca kembali “g mau” ucapnya sembari terisak.
“pulang Ipin”
“Ipin maunya ke jawa”
“y pulang dulu, paman  jempu y?Ipin dimana”
“g mau sekarang-sekarang”
“lho,kapan??”
Ipin kembali menangis, aji langsung mengambil hpnya dan membicarakan untuk mempertemukan mereka besok di kemesos.
Aku hanya bisa diam,
menyaksikan langsung salah satu korban trauma dalam kekerasan rumah tangga ternyata tak semudah membahasnya dalam kuliah dan tak semudah ketika membacanya dalam teksbook atau novel-novel.
Hari ini, tepatnya 24 november 2011 di Departemen Sosial. Setelah hampir 7 bulan Ipin menghilang akhirnya Ipin bertemu kembali dengan salah satu kerabatnya. Pamannya langsung memeluknya dan menangis dalam pelukan itu. Tetapi  Ipin tetap menolak untuk pulang, kalaupun pulang Ipin ingin kembali ke wonosobo tinggal bersama mbahnya. Paman Ipin tetap ingin membawa Ipin dan berjanji akan membawanya pulang ke wonosobo. Sebelumnya ipin bercerita padaku dan aji bahwa ia pun pernah di janjikan dipulangkan ke jawa setelah kabur yang pertama dan kedua tetapi tetap saja tidak pernah ipin dibawa ke wonosobo. Untuk keadilan bersama akhirnya Ipinpun di rujuk ke RPSA di Bambu Apus untuk mengobati psikologinya karena trauma selain itu keluargapun diminta untuk merubah sikapnya dan membuat surat perjanjian di atas materai tidak akan mengulangi perlakuan keras terhadap anak.
Senang mendengar hasil ini, padahal sebelumnya aku hampir panik dan pasrah bila Ipin harus kembali begitu saja pada keluarganya. Ternyata pemerintah masih “hidup” y..aku saja baru tau kalo ada RPSA. Mungkin banyak kejadian seperti Ipin yang dialami oleh anak-anak yang lain, tetapi mereka tak tahu harus meminta perlindungan atas hak mereka kepada siapa.
Banyak faktor yang menyebabkan makin meningkatnya jumlah anak jalanan di Ibu kota ini, padahal bila dipikir-pikir
kasus HIV, Narkoba, Kejahatan yang merajalela telah membuat hilangnya para generasi bangsa. Tetapi mengapa mereka yang terlantar makin dibiarkan menjadi rusak terbawa arus kejamnya ibu kota?? .
Entah siapa yang harus disalahkan. Pemerintah?? Masyarakatnyapun nakal, terus saja jumlah penduduk ibu kota ini makin meningkat karena tergiur oleh omongan “ibu kota tempat mengadu nasib”, padahal apa buktinya?? Mengadu nasib dengan memohon belas kasihan?? Mengadu nasib dengan membuat rumah di tanah entah milik siapa seenaknya?? Sekalinya di gusuh, ngamuklah, rusuhlah. Gerah sebenarnya dengan semua siklus klasik ini. Bosan dengan tontonan kasus korupsi sekaligus kasus gusuran.
Siapa korban dari semua ini??? Anak-anak pak, anak-anak bu. Mereka yang tak bisa memilih dari Rahim mana mereka dilahirkan,
mereka yang terbentuk dari lingkungan yang mendidik mereka. Lingkungan keluarga , lingkungan sekolah bila mereka bersekolah, lingkungan jalanan bila mereka hidup di jalanan.
Untuk membentuk generasi yang baik, mereka butuh lingkungan yang baik.
 Lantas mulai dari manakah untuk memperbaiki Negara ini?
 Mulai dari manakah untuk memperbaiki ibu kota ini?
Cobalah dari diri sendiri…
teruslah berusaha untuk membentuk pribadi yang baik. Lantas membentuk keluarga yang baik. Lingkungan yang baik. Dan semoga kelak Negara ini bisa menjadi Negara yang baik dari berbagai segi. Terutama pada ANAK BANGSA, PARA PENERUS BANGSA.
Tulisan ini terinspirasi dari sesosok anak hebat. Semoga kau terus kuat menjalani lika-liku kenyataan hidup ini pin.